Selasa, 21 Februari 2017

Ancaman Terbesar Bagi Manchester City


Manajer Manchester City Pep Guardiola menyerukan para pemainnya untuk menyerap ketegangan dari laga pertama 16 besar mereka di Liga Champions Monaco - meskipun ia tahu para penggemar akan 'membunuh mereka' jika mereka gagal lolos ke delapan besar.

Mantan bos Barcelona dan Bayern Munich ini telah memenangkan Liga Champions dua kali sebagai pelatih, dan tidak pernah gagal untuk mencapai semi-final di seluruh tujuh musim yang ia terlibat.

"Untuk berada di sini tidak mudah," katanya. "Saya ingin meyakinkan pemain untuk menikmati saat-saat itu. Ini hal yang indah."Dua klub Guardiola sebelumnya telah menjadi juara Eropa 10 kali - jika keduanya digabung, sementara City bahkan mencapai semifinal pun baru pertama kalinya - musim lalu, dan kini baru untuk ke-empat kalinya mereka lolos dari babak grup.

"Orang-orang bisa menganggap Manchester City seharusnya selalu lolos ke babak ini, tapi nyatanya banyak berhasil," kata lelaki berusia 46 tahun itu. "Kami adalah orang-orang yang beruntung.

"Sejarah kami belakangan ini cukup baik tapi dalam sejarah yang lebih panjang, Manchester City tidak di babak ini untuk waktu yang lama."

"Seluruh Eropa akan mengawasi kami, untuk menganalisis kami, untuk membunuh kami jika kami tidak menang - atau akan memuji betapa baiknya kita jika kita berhasil."

Manchester City ketinggalan dua kali sebelum kemudian bangkit untuk memastikan keunggulan dua gol penting dalam laga pertama 16 besar Liga Champions yang sangat klasik melawan Monaco di Stadion Etihad.

Pada malam yang penuh kerumitan nasib dan pertunukkan sepak bola yang mendebarkan, tim asuhan Pep Guardiola sudah berada di tepi tebing turnamen ini sebelum kemudian berhasil menyeret diri mereka kembali untuk memastikan bahwa mereka dalam pertandingan tandang di Monako nanti mereka setidaknya unggul dua gol, kendati menderita kebobolan tiga gol.

Raheem Sterling membuat Manchester City unggul duluan di menit ke-26 setelah kerja sama dengan Leroy Sane, tapi Monako membuktikan ancaman mereka dan berbalik unggul 2-1 hingga akhir babak pertama melalui sundulan Radamel Falcao menit ke 32 dan tendangan menyusur Kylian Mbappe, delapan menit kemudian.

Manchester City bernafas lega ketika kiper Willy Caballero menggagalkan tendangan Falcao hanya beberapa menit setelah babak kedua dimulai sebelum gol Sergio Aguero di menit ke 58 untuk menyamakan kedudukan akibat blunder kiper Monaco Danijel Subasic.

Ujung tombak Monako asal Kolombia, Falcao, yang kembali pada penampilan terbaiknya setelah gagal di Manchester United dan Chelsea, kembali membawa Monako unggul setelah suatu contekan brilian yang mengecoh Caballero di menit ke 61. Namun ini justru pelecut bagi City untuk meluncurkan berbagai serbuan.

Aguero kemudian menyamakan kedudukan menjadi 3-3 sebelum John Stones menebus kesalahan sebelumnya, dan mencetak gol dimenit ke 77 untuk membuat City unggul 4-3.

Leroy Sane kemudian mencetak gol di menit ke 82 untuk membuat City unggul 5-3.

Tidak ada komentar:
Write komentar

Recommended Posts × +