Rabu, 22 Februari 2017

Pencegahan agar tidak terkena gejala tifus saat banjir


Pencegahan agar tidak terkena gejala tifus saat banjir Hal ini tentu menjadi masalah ketika banjir datang, di mana lingkungan cenderung menjadi lebih tidak sehat dan sanitasi buruk.

Meski begitu, Anda tetap harus melakukan tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko terkena gejala tifus demam tifoid atau orang awam biasa menyebutnya sebagai gejala tifus, merupakan salah satu penyakit yang harus diwaspadai ketika musim hujan datang, terutama terjadi banjir. Karena, bakteri penyebab gejala tifus, Salmonella, dapat mudah menyebar melalui air ketika banjir dan makanan yang terkontaminasi.

Berikut tindakan pencegahan agar tidak terkena gejala tifus saat banjir :

Sering cuci tangan
Sering mencuci tangan di tempat yang hangat. Air sabun adalah cara terbaik untuk mengendalikan infeksi. Kemudian, cuci tangan sebelum makanan atau ketika menyiapkan makanan, dan setelah menggunakan toilet. Selalu membawa pembersih tangan berbasis alkohol untuk mengantisipasi ketika air bersih tidak tersedia.

Hindari minum air yang terkontaminasi

Air minum yang tercemar adalah masalah tertentu, di mana gejala tifus telah menjadi endemik. Untuk itu, hanya minum air kemasan dibanding air minum yang telah terbuka, di mana berisiko terkontaminasi bakteri.

Hindari buah-buahan dan sayuran mentah

Karena, sayur atau buah yang mentah mungkin telah dicuci dengan air yang kurang bersih. Hindari buah-buahan dan sayuran yang tidak dapat dikupas. Agar benar-benar aman, mungkin harus menghindari seluruh makanan mentah.

Pilih makanan panas

Mengukus makanan hingga panas adalah cara terbaik menghindari penyakit gejala tifus. Meskipun tidak ada jaminan makanan yang disajikan restoran aman, tetapi akan lebih baik menghindari makanan di kaki lima, karena risiko terkontaminasi bakteri.

Tidak ada komentar:
Write komentar

Recommended Posts × +